by

Ternyata Ini Alasan Esport Masuk Kategori Olahraga

-Olahraga-5 views

Siapa saat ini yang tidak mengenal game (PUBG), Mobile Legend, dan Pro Evolution Soccer (PES)? Ketiga permainan ini merupakan beberapa dari banyak kategori ESport yang memiliki banyak sekali penggemar di Indonesia. Selama ini banyak diantara kita yang beranggapan bahwa permainan tersebut hanyalah main-main saja dan tidak membutuhkan skill khusus. Namun anggapan ini tentu saja salah kaparah karena jika dilihat dari beberapa sisi Esport ini memang adalah salah satu kategori olahraga yang membutuhkan kemampuan dan strategi yang harus dimainkan dengan profesional. Hal ini dapat kita lihat dengan semakin maraknya juga kompetisi Esport yang diselenggarakan dengan serius dan profesional.

Tentu masih sangat terekam jelas di ingatan kita tentang masuknya Esport dalam ajang multi event sekelas Asian Games pada tahun 2018 yang lalu. Walaupun baru pertama kalinya dipertandingkan dalam Asian Games dn baru merupakan ajang eksebisi namun Indonesia berhasil meraih satu emas di nomor Clash Royal dari atlet Ridel Yesaya Sumarandak. Selain Asian Games masih ada beberapa kompetisi bergengsi lain yang membuat nama Esport semakin populer seperti Piala Presiden dan membuatnya tidak lagi dipandang sebagai ajang main-main dang membuang waktu saja. Pandangan tersebut tentu saja karena mereka menilai olahraga adalah sebuah aktivitas yang membutuhkan kemampuan fisik dan itu memang tidak bisa kita lihat secara langsung.

Walaupun anggapan di atas sebenarnya ada benarnya namun bagaimana dengan cabang olahraga lain yang juga tidak membuat pemainnya melakukan aktivitas fisik seperti catur dan bridge. Hal itulah yang kira-kira ingin disampaikan oleh Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta pada Januari silam sehubungan dengan diadakannya Piala Presiden Esport untuk kategori game Mobile Legends. Menurutnya walaupun kelihatannya hanya main-main namun Esport membutuhkan konsentrasi, stamibna, dan strategi yang mungkin lebih dari yang dibutuhkan saat bermain catur.

Selain itu karena kebanyakan Esport dimainkan secara multiplayer maka tentunya dibutuhkan kerja sama dalam membangun tim baik saat bertahan maupun menyerang agar dapat memperoleh kemenangan. Di sisi lain para pemain atau atlet Esport yang sudah masuk kategori profesioal juga harus melakukan serangkaian latihan untuk melatih fisik maupun melatih fokus pikiran agar saat bermain dapat cermat dan tepat dalam melancarkan strategi. Walaupun begitu menurut Isnanta pemerintah tidak mendukung atau kurang setuju dengan kategori Esport yang mengandung unsur kekerasan.

Penjelasan di atas kiranya cukup untuk mengubah persepsi masyarakat mengenai Esport ini. Selain membutuhkan fokus dan kemampuan berpikir Esport sebenarnya juga membutuhkan aktivitas fisik terutama pada otot-otot kecil tubuh kita berbeda dengan olahraga yang banyak dikenal masyarakat yang menggunakan otot besar tubuh kita seperti sepakbola dan tenis.

Esport
Dari banyak permainan yang dikategorikan sebagai Esport  ada beberapa yang telah banyak dipertandingkan dalam ajang resmi seperti Mobile Legends, PES, Clash Royale, AoV, dan masih banyak lagi. Mobile Legend telah dipertandingkan dalam Piala Presiden yang lalu dan akan dipertandingkan lagi pada SEA Games tahun ini, Clash Royale dan PES telah memulainya lebih dulu di ajang yang lebih besar yaitu pada Asian Games lalu. Bahkan pada Olimpiade Tokyo 2020 mendatang Esport akan mulai ikut dipertandingkan walaupun masih sebatas eksebisi.

Aturan yang ada di  Esport juga sangat ketat seperti larangan penggunaan cheat, obat-obatan, dan cara curang lainnya yang juga dilarang pada ajang olahraga pada umumnya. Profesionalisme juga sangat dijunjung tinggi dalam Esport terutama dalam bersikap hormat dengan lawan. Aturan non formal seperti berjabat tangan antar pemain merupakan contoh sederhana sportifitas yang dapat kita temui di Esport.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *